Rabu, 10 Agustus 2016

Rabu, 10 Agustus 2016 - Oleh BPTU PELAIHARI - Kategori
Selama bulan Juli 2016, telah dilaporkan sebanyak 16 kasus avian influenza pada unggas dari seluruh Indonesia.

Laporan perkembangan kejadian penyakit Avian Influenza (AI) itu berdasarkan hasil uji cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan petugas kesehatan hewan respon cepat melalui SMS Gateway Sistem Indofmasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dan surveilans investigasi Balai Besar Veteriner / Balai Veteriner (BBV/BV) .

Adapun rincian dari 16 kasus di 16 desa pada 15 Kab/kota di 11 Provinsi, tersebut adalah provinsi Jawa Barat terdapat 5 kejadian masing masing di kabupaten Indramayu (2 kejadian di Kec Juntinyuat dan Kec Sliyeg), kab Tasikmalaya (1 kejadian di kec Cipatujah), kab Bekasi (1 kejadian kec Pebayuran), dan kab Garut (1 kejadian di kec Wanaraja)

Provinsi Jawa Tengah mengalami 2 kasus, masing-masing di kab Grobogan(1 kejadian di kec Penawangan) dan Semarang (1 kejadian di kec Ungaran Barat).

Provinsi Jawa Timur hanya ada 1 kejadian yaitu di kec Plumpang kabupaten Tuban. Begitu pula di DI Yogyakarta, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat masing-masing hanya ditemukan 2 kejadian.

Selama Juli tidak ditemukan kasus AI pada manusia. Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kejadian secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahun.

Pada 2007 ditemukan 2.751 kejadian, 2008 ada 1.413 kejadian, 2009 ada 2293 kejadian,2010 ada 1502 kejadian. Pada 2011 ditemukan 1.411 kejadian, 2012 terdapat 546 kejadian, 2013 ada 470 kejadian, 2014 ada 346 kejadian, 2015 ada 123 kejadian dan tahun 2016 (sampai Juli) terdapat 188 kejadian.

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim curah hujan tinggi dan kejadian banjir di beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi resiko meningkatnya kejadian AI pada unggas, maka telah diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 12141/PK.320/F/02/2016 tanggal 12 Februari 2016 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Penyakit AI di Musim Hujan.
     
Isi edaran antara lain untuk meningkatkan penyuluhan kesadaran masyarakat/peternak melapor bila unggas sakit/mati mendadak dan waspada. Selain itu penyadaran Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) masyarakat juga terus digemakan.

Petugas kesehatan hewan harus cepat melakukan deteksi, lapor dan melakukan respon cepat pengendalian AI. Peternakan unggas komersil dihimbau untuk menerapkan biosekuriti 3 Zona (Bersih, Antara, Kotor), vaksinasi 3 tepat (tepat vaksin, tepat jadwal, dan tepat teknik vaksinasi), dan sanitasi rantai pemasaran unggas. Untuk memonitor perkembangan vitus, surveilans dan investigasi dinamika virus AI juga terus diupayakan.

Masyarakat/peternak yang mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak agar melapor melalui SMS ke Tim Respon Cepat setempat/daerah terdekat atau melalui SMS dan Call Center AI   Direktorat Kesehatan Hewan melalui nomor 0811 830 1001. 


ist/nuruddin
www.trobos.com
Informasi dan Publikasi lainnya dapat anda lihat selengkapnya di Publikasi Lainnya >>
  • Pengumuman Pengadaan Barang & Jasa
  • ~ Untuk mendapatkan resolusi dan tampilan terbaik kami sarankan menggunakan browser Mozila Firefox atau Google Chrome ~