Rabu, 14 Maret 2018

Rabu, 14 Maret 2018 - Oleh BPTU-HPT Pelaihari - Kategori
Penyakit, dalam pengertian umum dapat dikatakan sebagai penyimpangan dari kondisi normal hewan. Ini dapat juga dikatakan sebagai perubahan kondisi normal dari seekor hewan yang disebabkan oleh jasad hidup. Penyakit yang disebabkan oleh jasad hidup disebut penyakit infeksius dan semuanya dapat disebarkan dari hewan ke hewan. Penyebaran dengan kontak langsung atau tidak langsung sering disebut dengan istilah menular (kontagius). Penyakit yang disebarkan melalui serangga atau vektor lain disebut dengan istilah tidak menular (non-kontagius).

Jasad hidup yang menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit termasuk:

a. Bakteria

               Ini adalah jasad kecil dari kelompok tumbuhan pada umumnya dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop biasa dan disebut cocci (bentuk bulat atau oval), basil (bentuk batang) atau spirilia (sel panjang terpuntir menjadi spiral). Contoh penyakit yang disebabkannya seperti anthrax dan black-quarter. Bakteri juga termasuk jasad yang disebut rickettsia yang mana (seperti virus) hanya dapat memperbanyak diri dalam sel hidup. Dua penyakit rickettsia yang penting adalah anaplasma dan heart-water -- penyakit yang sangat biasa dijumpai di negara tropis -- ditularkan oleh caplak dan oleh sebab itu digolongkan dalam "penyakit karena caplak" yang disebabkan oleh protozoa.

b. Virus
               Ini adalah jasad kecil dari kingdom tumbuhan umumnya dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop khusus dengan kekuatan sangat tinggi (Transmission Electron Microscope). Contoh dari penyakit yang disebabkannya adalah Rinderpest, Demam Babi Afrika, dan Penyakit Mulut dan Kuku. Virus dapat ditularkan oleh serangga terbang kecil. Contoh dari penyakit yang disebarkannya dengan cara ini adalah Blue tongue dan Demam tiga hari (Bovine Ephimeral Fever).

c. Protozoa
               Organisme ini yang tergolong dalam kelompok hewan, secara normal adalah lebih besar dari bakteria dan dapat secara jelas dilihat di bawah mikroskop cahaya secara umum.

               Suatu perbedaan penting antara protozoa dan bakteri adalah bahwa sebagaimana dalam banyak penyakit yang disebabkan oleh protozoa, organisme protozoa tersebut mengalami sebagian daur reproduksi pada induk semang perantaranya seperti caplak dan kupu. Penyakit ini sangat penting di daerah tropis dan sub tropis.

                Contoh penyakit karena protozoa yang berkembang dengan cara ini dan sangat penting terhadap hewan adalah penyakit karena caplak seperti East-coast fever, red water dan demam caplak (ditularkan oleh keturunan caplak) dan nagana (Trypanosomiasis pada hewan) ditularkan oleh lalat tsetse.
                Beberapa penyakit yang disebabkan oleh protozoa tidak mempunyai induk semang perantara seperti caplak atau lalat tsetse tersebut di atas tetapi terbawa secara langsung atau tidak langsung (dengan pembawa makanan) ke induk semang akhir (contoh: coccidia, Trypanosoma equiperdum dan Trypanosoma evansi)

                Penyakit protozoawi digolongkan menjadi 3 antara lain:
               a. Penyakit karena caplak (termasuk penyakit rickettsial, anaplasmosis dan heartwater yang ditularkan oleh caplak)
               b. Penyakit ditularkan oleh Trypanosoma dan dibawa oleh lalat.
               c. Penyakit disebabkan oleh Coccidia

d. Parasit
               Ini merupakan kelompok jasad yang sangat penting dari sesuatu yang hidup (atau parasitik) di dalam atau pada organisme yang lain atau hewan-hewan yang digolongkan sebagai "induk semang".
               Jasad parasitik ini digolongkan sebagai ektoparasit ketika mereka hidup di luar tubuh hewan (caplak, lalat dan kutu) dan endoparasit bila mereka hidup di dalam tubuh hewan (cacing daun, cacing pipih dan cacing gelang).

e. Cendawan
               Cendawan adalah anggota dari kelompok tumbuhan mikro. Beberapa darinya menyebabkan penyakit, ringworm menjadi contoh yang penting dari cendawan semacam ini.

Kondisi Non-Infeksius dan Non-Kontagius

               Penyakit Non-Infeksius (disebabkan oleh faktor selain organisme hidup) termasuk yang dihasilkan dari: nutrisi bernilai rendah (terutama dari kekurangan vitamin atau mineral), luka mekanis dan lesi seperti terpotong, abses, tukak dan patah, keracunan, kondisi menurun yang ditularkan lewat induk, kepanasan atau kedinginan, kekurangan atau kelebihan produksi hormon, tumor dan penyakit tertentu seperti milk fever pada sapi perah.
Informasi dan Publikasi lainnya dapat anda lihat selengkapnya di Publikasi Lainnya >>
  • Pengumuman Pengadaan Barang & Jasa
  • ~ Untuk mendapatkan resolusi dan tampilan terbaik kami sarankan menggunakan browser Mozila Firefox atau Google Chrome ~