Rabu, 20 Juni 2018

Rabu, 20 Juni 2018 - Oleh BPTU-HPT Pelaihari - Kategori
                Pakan hewan dapat dibagi menjadi 2 macam antara lain serat kasar dan konsentrat. Serat kasar terdiri atas sejumlah pakan yang berisi nutrisi dengan konsentrasi rendah, contoh pakan semacam ini adalah rumput kurus atau hay, silage dan batang jagung, akar tanaman, pucuk daun ubi jalar atau ubi jalar. Keempat terakhir diketahui sebagai pakan yang mengandung banyak cairan sehingga mudah dicerna. Konsentrat adalah bahan pakan dengan nutrisi tinggi dan termasuk tanaman bijian serta residu dari proses industri bijian dan bahan lain untuk konsumsi manusia.
                Hewan pemamah biak, karena memiliki pembagian empat ruang abdomen yang bervolume besar, dapat hidup terutama dari serat kasar, namun hewan dengan lambung tunggal memerlukan sejumlah konsentrat. Dinamakan ransum harian memiliki arti jumlah pakan yang diberikan kepada seekor hewan setiap 24 jam. Untuk hasil yang baik, maka pakan harus mengandung nutrisi yang lengkap dengan bagian-bagian antara lain karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin untuk setiap hewan yang diberi pakan. Sebagai contoh penggemukan anak sapi jantan memerlukan karbohidrat dan lemak lebih banyak daripada sapi perah yang lebih memerlukan lebih banyak protein. Tanaman jagung mengandung jumlah yang banyak dari karbohidrat dan sedikit protein, sedangkan leguminosa mengandung lebih banyak protein dan tidak terlalu banyak mengandung karbohidrat. Kacang tanah, biji kapas dan bunga matahari memiliki kadar lemak yang sangat tinggi, sehingga menjadikan sebuah pakan tunggal yang tidak seimbang. Dengan demikian untuk proses produksi ransum pakan yang seimbang maka beberapa bahan pakan tersebut harus dikombinasikan. Sebagai contoh pakan ransum yang seimbang adalah 3 bagian jagung 1 bagian bunga matahari dan 1 bagian kupasan kacang tanah atau biji kapas.
                     Rumput hijau dalam masa musim tumbuh juga merupakan pakan seimbang karena saat rumput tumbuh akan memiliki nilai nutrisi yang tinggi. Apabila rumput mulai menua maka nilai pakan akan menurun dan memerlukan campuran pakan lain sebagai pelengkap. Sapi dalam masa produktif akan baik bila diberikan sejumlah pakan rumput akan tetapi pada musim kering mereka harus diberikan tambahan berupa jerami atau silage. Sapi perah yang sedang berproduksi susu harus diberi konsentrat 0,5 kg untuk setiap 1,5 - 2 kg susu yang dihasilkan. Pada musim kering sapi perah yang berproduksi harus diberi cukup rumput, denga tambahan jerami, silage 5-10 kg atau pakan basah yang lain serta ransum konsentrat penuh sesuai dengan berat badan masing-masing individu. Pada musim kering ternak muda harus diberi pakan penuh dengan jerami sebagai tambahan dari rumput dan berupa sejumlah ransum pakan basah.
                     Di daerah gersang dan daerah di mana selama musim kering rerumputan menjadi jarang dan tanaman mengandung nilai pakan rendah, bila memungkinkan harus diberikan pakan tambahan berupa jerami, silage atau konsentrat. Bila tidak maka hewan akan menurun kondisinya dan menjadi kurus. Hal yang sama terjadi bila hewan dipekerjakan secara berlebihan dan tidak diberikan pakan tambahan. Kekurangan mineral karena pakan dan rumput yang kurang bergizi dapat diberi tambahan mineral dalam bentuk padat seperti padatan jilat. Padatan jilat yang baik dapat dibuat dari 2 bagian tepung tulang, 1 bagian batu fosfat (yang harus dianalisa terlebih dahulu untuk meyakinkan kebebasannya dari fluorine) dan 2 bagian garam biasa. Di beberapa daerah diberikan sedikit tambahan 'trace element' yang mungkin diperlukan sebagaimana ditentukan oleh laboratorium.
                      Defisiensi paling banyak diketemukan di beberapa negara sebagai akibat dari kekurangan pakan secara keseluruhan. Hal ini merupakan penyebab terbesar kematian dan kerugian pada ternak. Perubahan susunan ransum atau menaikkan jumlahnya tidak dapat dilakukan secara serta merta melainkan harus bertahap. Sebagai contoh, bila mengubah dari pakan kering ke hijauan, hewan harus diberi dengan jumlah pakan hijauan sedikit demi sedikit ditambah dalam waktu lebih dari 4-7 hari karena bila secara mendadak diberikan pakan hijau basah dalam proporsi yang tinggi, mereka dapat mengalami kembung. Hewan tidak diperkenankan memakan pakan yang basi atau berjamur dan kebersihan tempat pakan harus senantiasa dijaga dan tidak terdapat sisa-sisa pakan.
                       Hewan harus mendapatkan air minum yang cukup sekurang-kurangnya 3 kali sehari bila mungkin. Tempat air harus dijaga bersih dan diletakkan jauh dari septic tank manusia agar tidak terinfeksi dengan penyakit measles. Hewan harus diberi air sebelum diberi pakan, jika tidak maka dapat mengalami kembung. Seekor sapi yang tidak dalam keadaan laktasi memerlukan 25-35 liter air sehari tetapi bila laktasi perlu tambahan 20 liter air untuk setiap 5 liter susu yang dihasilkan. Mayoritas ternak di negara berkembang tergantung pada pakan yang tersedia di padang rumput dan tumbuhan alami. Tanaman padangan yang ekstensif, dipergunakan secara berkelompok dan cenderung tanpa praktik tata laksana yang sistematik. Tanah padang rumput sering berlebih ditimbun dan berlebihan dirumput sehingga hewan terpaksa berkelana jarak jauh dalam mencari padangan dan air. Rumput tidak dapat tahan tahan terhadap pengambilan atau pemotongan yang terus menerus. Rumput harus memiliki periode istirahat sehingga dapat mengembangkan sistem akar, membentuk timbunan makanan dan membentuk biji. Hal ini harus dapat dilakukannya dan bila tidak akan mati.
                        Proses seleksi pengambilan rumput juga harus diperhatikan agar tidak melemahkan lingkungan dan memungkinkan rumput yang kurang baik kualitasnya menyebar dan mendominasi padangan. Padangan yang kurang rumput sama buruknya dengan yang berlebihan karena akan memberikan kesempatan tanaman yang lebih kuat namun kurang disenangi akan menutupi rumput dengan kualitas yang baik. Rotasi daerah padang rumput sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan ternak sakit karena penggembalaan berlebihan dan penggembalaan selektif adalah dengan membagi tanah padangan sehingga hewan merumput hanya pada bagian tertentu dan waktu tertentu (yang mungkin bervariasi dari satu musim ke musim yang lain tergantung dari air hujan dan tumbuhnya rumput). Bagian yang lain diperbolehkan istirahat dan tumbuh bebas.
                        Perputaran atau pengaturan penggembalaan sebagaimana disebut, juga sangat banyak manfaatnya dalam pengendalian penyebaran infeksi parasit yang dihasilkan dari pengeluaran telur cacing dari hewan yang terserang pada tanah penggembalaan. Tetapi walaupun demikian, pengendalian penggembalaan semacam ini memerlukan pembatasan daerah merumput, pengelompokan hewan dan pengorganisasian yang baik atau penggunaan kandang maupun pagar keliling yang baik untuk perawatan. Cara lain yang harus diikuti secara berurutan untuk menjamin bahwa hewan di tanah padangan dan daerah lapangan mendapatkan pakan cukup selama periode kesulitan pakan termasuk pembuatan dan pengawetan jerami atau silage walaupun dari padang rumput alami jerami atau silage semacam ini harus dipotong selama musim tumbuh ketika berada pada tingkat nilai nutrisi yang tinggi. Padang penggembalaan yang minim tempat untuk berteduh dapat berpotensi menyebabkan faktor stress yang tinggi sebagai awal dari terjadinya suatu penyakit disebabkan karena kurangnya pepohonan untuk melindungi hewan-hewan dari sengatan sinar matahari. Hewan impor dengan produksi tinggi dari negara beriklim sedang dapat terkena pengaruh dari kondisi demikian. Di lain sisi bangsa sapi zebu dan Afrika asli dapat tahan dari kondisi semacam ini saat musim kemarau.
              
Informasi dan Publikasi lainnya dapat anda lihat selengkapnya di Publikasi Lainnya >>
  • Pengumuman Pengadaan Barang & Jasa
  • ~ Untuk mendapatkan resolusi dan tampilan terbaik kami sarankan menggunakan browser Mozila Firefox atau Google Chrome ~