Kamis, 21 Juni 2018

Kamis, 21 Juni 2018 - Oleh BPTU-HPT Pelaihari - Kategori






                Penyakit Anthrax merupakan penyakit menular yang bersifat akut dan dapat menyerang setiap hewan berdarah panas begitu juga dengan manusia. Disebabkan oleh bakteri berbentuk basil yang dapat membentuk spora, dapat menular lewat udara dan dapat hidup selama bertahun-tahun di tanah. Penyakit ini dijumpai di seluruh dunia tetapi lebih sering ditemukan di negara tropis. Organisme penyebab penyakit memasuki tubuh melalui luka, terhirup udara atau tertelan. Masa inkubasi berkisar antara 1 - 5 hari.

Gejala

               Pada beberapa kasus, penyakit terjadi secara sangat akut. Hewan dijumpai mati tanpa diketahui mengalami gejala penyakit terlebih dahulu dan dengan adanya perdarahan keluar dari hidung dan anus. Tanda yang paling menciri dari penyakit ini adalah demam tinggi, terjadi mendadak, kesulitan bernafas, hewan sempoyongan, sangat lemah dan kematian terjadi secara cepat. Pada babi dan kuda gejalanya kadang-kadang kurang akut dan terjadi pembengkakan pada bagian tenggorokan. Apabila hewan mati mendadak tanpa tanda penyakit sebelumnya, maka harus dicurigai terhadap anthrax. Dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan nekropsi. Preparat ulas darah harus diambil segera setelah kematian terjadi, diambil dari daerah telinga atau ekor untuk menghindari darah mencemari area sekitarnya. Preparat ulas harus dikirim ke BPPH atau B-Vet untuk dilakukan pengujian dengan segera. Apabila karkas dibuka secara tidak sengaja, darah akan berwarna gelap, tidak cepat menggumpal dan berbentuk menyerupai tir. Petugas yang menangani harus sangat hati-hati, pakaian harus dicuci dan direbus secara seksama selama 20 menit sebelum dipakai lagi, karena penyakit ini dapat menyerang manusia.

Pengendalian dan Pencegahan

                  Karkas dari hewan yang mati karena anthrax atau meskipun mati karena menderita penyakit yang menciri pada penyakit ini harus dikubur sedalam 1,8 meter, dilapisi penutup gamping (apabila ada) dan daerah tersebut harus dipagar. Setiap material yang terinfeksi, termasuk tanah dan alas ternak harus dibakar. Setiap hewan rentan harus dijauhkan dari daerah terinfeksi dan dilakukan vaksinasi (dengan vaksin dosis tunggal), kemudian setelah itu hewan harus divaksin setiap tahun untuk sekurang-kurangnya 3 tahun setelah kasus terakhir. Dokter hewan harus segera menerima laporan terhadap kasus yang disangka anthrax. Dalam beberapa hal pengobatan terhadap hewan yang diduga terinfeksi dilakukan menggunakan antibiotik penisilin.
Informasi dan Publikasi lainnya dapat anda lihat selengkapnya di Publikasi Lainnya >>
  • Pengumuman Pengadaan Barang & Jasa
  • ~ Untuk mendapatkan resolusi dan tampilan terbaik kami sarankan menggunakan browser Mozila Firefox atau Google Chrome ~